Tuntunan Harta yang Dapat Diwakafkan


Thursday, 27 November 2014 06:00

Sahabat Wakaf, sudahkah kita mengetahui apa saja tuntunan mengenai berwakaf yang diajarkan oleh Rosulullah SAW. InsyaAllah kami berkesempatan untuk berbagi ilmu mengenai beberapa jenis harta yang bisa diwakafkan berdasarkan keterangan dari hadits Nabi, yang diantaranya:

 

Pertama; Tanah. Sebagaimana Bani Najjar mewakafkan tanah mereka untuk membangun masjid Nabi di kota Madinah. Selain untuk masjid bisa juga untuk sekolah, rumah sakit, dan yang bermanfaat bagi umat Islam.

 

Kedua; Peralatan. Sebagaimana Khalid mewakafkan baju perangnya untuk berperang fi sabilillah. (HR.al-Bukhari, No.1375)

 

Ketiga; Alat Transportasi. Amr bin al-Harits berkata, “Pada saat Rasulullah SAW wafat, beliau tidak meninggalkan dirham, tidak pula dinar, tidak pula budak pria dan wanita, dan sedikit pun beliau tidak meninggalkan harta selain keledai putihnya, senjata, dan tanah, Beliau mewakafkan semua miliknya itu. (HR.al-Bukhari No.2661).

 

Keempat; Sumber Mata Air. Seperti sumur atau yang lainnya. Utsman Bin Affan berkata, “Rasulullah datang ke kota Madinah. Beliau tidak menjumpai air tawar, melainkan sebuah sumur namanya “rumah”, lalu Beliau berkata, “Barang siapa yang mau membeli sumur ini dengan uangnya sendiri, sehingga timba yang diletakkan di dalamnya sebagai timbanya kaum muslimin, maka dia mendapat imbalan yang lebih baik di sorga”. (HR. Ahmad No.524, Tirmizi No. 3636, Nasa`i No.3551)

 

Kelima; Kebun berikut hasilnya. Sa’ad Bin Ubadah berkata, “Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia, ketika itu saya tidak berada di sisinya, apakah bermanfaat kepadanya bila saya bersedekah atas namanya?” Jawab beliau, “Ya tentu (bermanfaat) . Sa’ad berkata, “Sesungguhnya aku menjadikan engkau sebagai saksi, bahwa pekarangan yang banyak buahnya ini aku sedekahkan atas nama ibuku”. (HR. al-Bukhari No.2551).

 

Keenam; Uang. Imam az-Zuhri  membolehkan wakaf uang (dinar dan dirham). Sebagian ulama mazhab al-Syafi’i dan Mazhab Hanafi juga membolehkan dana wakaf tunai untuk investasi bagi hasil untuk kepentingan umum.Mengenai wakaf uang ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa pada 11 Mei 2002  yang membolehkan wakaf uang (cash wakaf/ waqf al nuqud) dengan syarat nilai pokok wakaf harus dijamin kelestariannya.

 

Dalam konstitusi Indonesia, eksistensi Wakaf diperkuat dengan regulasi Undang-Undang No 41 Tahun 2004 tentang wakaf pasal 28-31 dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang pelaksanaannya (UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf) pasal 22-27 membolehkan wakaf uang.

 

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Prof. Dr. Nasaruddin Umar seperti dilansir di situs www.kemenag.go.id  mengatakan potensi wakaf uang tunai bisa mencapai Rp 20 triliun pertahun. Namun potensi yang bisa menjadi soko guru perekonomian Indonesia ini belum digarap maksimal.“Selama ini tidak mendapatkan perhatian serius dari semua pihak”, kata Nasaruddin dalam acara sinergitas Direktorat Pemberdayaan Wakaf Kementerian Agama di Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Ia lebih lanjut mengatakan, Indonesia merupakan negara dalam jumlah kekayaan harta wakaf yang sangat besar. Menurut data di Kementerian Agama tahun 2007 jumlah tanah wakaf di Indonesia 367.531 lokasi dengan luas 2.668.481 m2. Tanah wakaf ini luasnya sama dengan 2-3 negara Singapura. Sayangnya hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan secara produktif.

 

Seperti yang disinggung pada judul diatas, bahwa wakaf akan menuai berkah di dunia dan akhirat. Harta wakaf banyak sekali memberikan manfaat kepada fakir miskin, anak yatim, janda, orang yang tidak punya usaha, para pengajar dan penuntut ilmu dan semua lapisan maysrakat yang merasakan manfaatnya.

 

Mereka tentu saja akan menaruh rasa simpati kepada orang yang mewakafkan hartanya. Mereka akan mendoakan keselamatan dan keberkahan sehingga nama yang mewakafkan hartanya akan terus dikenang. Ini didunia belum lagi di akhirat.Ketika yang mewakafkan hartanya itu meninggal pahalanya akan terus mengalir. Subhanallah begitu hebatnya pahala wakaf. Mari kita berlomnba-lomba untuk berwakaf karena inilah investasi yang hakiki.segera hubungi (021) 7234624, 71606355, email sahabat@wakafalazhar.com atau kunjungi website: www.wakafalazhar.com untuk bersinergi berwakaf sekarang juga bersama Al-Azhar.