Wakafku Untuk Indonesia: Wakaf Al Azhar Kian Berlari Kencang


Monday, 16 June 2014 08:00

JAKARTA (wakaf Al Azhar) – Alhamdulillah, perjalanan dakwah Wakaf Al Azhar dalam mewujudkan Gerakan Indonesia Berwakaf, saat ini semakin kokoh dan telah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Jalinan kerjasama dan sinergitas hingga saat ini terus dibangun, sehinga Wakaf Al Azhar ke depan diharapkan menjadi lembaga wakaf terpercaya dan profesional. Insya Allah.

 

Sinergi adalah energi, bukti bahwa Islam Rahmatan Lil'alamiin. Begitulah prinsip Wakaf Al Azhar. Itulah sebabnya, Wakaf Al-Azhar intens membangun sinergi dengan berbagai pihak, bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga Dunia Islam International. Tanpa persatuan dan kesatuan dari semua pihak dalam membangun sinergitas, mustahil cita-cita untuk menebus Indonesia yang tergadai akan terwujud.

 

Setelah bersinergis dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Wakaf Al Azhar telah mengokohkan jatidirinya sebagai lembaga wakaf yang profesional dan terpercaya. Diharapkan, sinergis ini berkelanjutan dan membawa Gerakan Indonesia Berwakaf yang digaungkan dan motori Wakaf Al Azhar semakin berlari kencang.

 

Wakaf Al Azhar kini menjadi magnit tersendiri. Banyak sudah peneliti dari kalangan akademis untuk melakukan penelitian terkait Wakaf, khususnya inovasi yang selama ini menjadi program Wakaf Al-Azhar. Berbagai produk unggulan yang dimiliki Wakaf Al Azhar seperti Wakaf Card, Perkebunan Jabon, Bus Parawisata, Wakaf Polis Asuransi Syariah dan sebagainya, menjadi daya tarik tersendiri bagi para peneliti untuk mengetahuinya lebih jauh.

 

Beberapa peneliti itu antara lain Mahasiswa Indonesia yang sedang menyelesaikan Program S2 di Universitas Sains Islam Malaysia. Mahasiswa tersebut melakukan penelitian untuk keperluan tesisnya terkait tentang Manajemen Wakaf di beberapa lembaga wakaf di Indonesia, seperti Tabungan Wakaf Indonesia, Badan Wakaf Indonesia, dan Wakaf Al Azhar.

 

Wakaf Al Azhar juga menjadi objek penelitian dari Mahasiwi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) untuk keperluan data skripsi, dengan mengambil judul “Analisis Sistem Pengendalian Internal Pengelolaan Wakaf (Studi Kasus: Badan Wakaf Al Azhar). Ada beberapa peneliti lainya, yang salah salah satunya, datang jauh-jauh dari sebuah Universitas di Singapura. Ketika ditanya mengapa mereka melakukan penelitian di Wakaf Al Azhar? Sebagian besar menjawab, karena Wakaf Al Azhar memiliki inovasi dan program yang sangat menarik, terkait produk wakaf.

 

Dari Universitas yang sama (UI), Wakaf Al Azhar juga diteliti oleh mahasiswa Program Kajian Timur Tengah dan Islam Ekonomi serta Keuangan Syariah. Judul tesisnya menarik, yaitu: Pengaruh Religiusitas dan Etos Kerja terhadap Profesionalisme Nazhir Wakaf. Ada beberapa kuesioner yang diajukan terkait Profesionalisme, Religiusitas, serta Etos Kerja Nazhir Wakaf.

 

Apresiasi Dunia Internasional

 

Selain menjadi objek penelitian, Wakaf Al Azhar juga kerap kedatangan tamu, bukan hanya lokal, tapi juga luar negeri. Belum lama ini misalnya, Wakaf Al Azhar mendapat kunjungan dari Mr Zeinoul Abedien Cajee, Founding CEO Awqaf South Africa, sebuah lembaga wakaf dari Afrika Selatan. Kedatangan beliau, bukan hanya semata melakukan kunjungan silaturahim, tapi juga sekaligus studi banding.

 

Setelah mendapatkan penjelasan dari pimpinan Wakaf Al Azhar, Mr. Zeinoul langsung terpikat dengan misi dan program Wakaf Al Azhar, salah satunya adalah Wakaf Card. Dalam waktu bersamaan, dilakukan MoU dalam bentuk kerjasama antara Wakaf Al Azhar dengan Awqaf South Africa. Sebelumnya, Wakaf Al Azhar juga kedatangan tamu dari Malaysia untuk melakukan studi banding terkait wakaf.

 

Sebagai lembaga wakaf, Wakaf Al Azhar telah diperhitungkan oleh banyak pihak. Berbagai event nasional maupun internasional, Wakaf Al Azhar kerap diundang dan mendapat kehormatan untuk menjadi narasumber terkait Gerakan Indonesia Berwakaf.

 

Tahun lalu misalnya, Direktur Eksekutif Wakaf Al Azhar diundang untuk menjadi pembicara dalam “Halaqah Wakaf Produktif” di Hotel Aston, Denpasar Bali. Kemudian, Wakaf Al Azhar juga menjadi narasumber dalam Workshop “Strategi Pengembangan Wakaf di Era Modern” di Hotel Blue Sky, Jakarta.

 

Ditingkat internasional, Wakaf Al Azhar juga mendapat undangan untuk menghadiri World Islamic Economic Forum di Le Meridien Hotel (5 Juni 2014).

 

Sebelumnya, Wakaf Al Azhar juga menjadi pembicara dalam Seminar “International Islamic Philantrophy “di Millenium Hotel (27/2), Jakarta.  Seminar yang diadakan Dompet Dhuafa dan IMZ bekerjasama dengan Institut Kajian Zakat (IKaZ) Malaysia serta  Amanah Ikhtiar Malaysia (AIM) tersebut, dihadiri oleh beberapa delegasi dari negara Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Seminar tersebut mengupas secara mendalam tentang praktek-praktek pemberdayaan masyarakat melalui program wakaf.

 

Turut hadir para pegiat ZISWAF, Badan Amil Zakat dan Lembaga Amil Zakat, Akademisi dan perguruan tinggi, Instansi Pemerintah terkait, Perbankan Syariah, Pegiat Pemberdayaan Masyarakat, para donatur wakaf dan pemerhati Filantropi Islam.