Melaui AKIM, LAZ Al-Azhar Bantu Pangan Pengungsi Rohingya


Wednesday, 11 October 2017 09:00

JAKARTA --  Skala bencana kemanusiaan Rohingya masih terjadi secara massif. Cox's Bazar yang berada di perbatasan Bangladesh-Myanmar  seketika menjadi tempat yang sibuk karena menjadi basis untuk organisasi-organisasi bantuan kemanusiaan dari seluruh dunia, termasuk lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan Indonesia yang menggabungkan diri dalam Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) atau juga dikenal sebagai Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM).

 

Saat ini, tim kesehatan sudah mendapatkan izin beroperasi dari pemerintah Bangladesh sehingga sudah bebas melayani para pengungsi Rohingya. Hal ini berbeda dari tim relief atau pemberi bantuan logistik yang terpaksa harus menunggu lama sampai izin dikeluarkan otoritas Bangladesh yang tampaknya kerepotan mengelola krisis kemanusiaan sebesar ini.

 

 

Tetapi  pegiat kemanusiaan dari IHA tidak kehilangan akal untuk menyalurkan bantuan. Dengan menggandeng mitra lokal dan militer, bantuan tetap bisa didistribusikan. “Hari ini kami menyalurkan bantuan senilai 1.785.000 taka, setara dengan Rp 289.170.000,” kata Amin Sudarsono dari Forum Zakat (FOZ), Sabtu (9/10) dalam rilis LAZ Al-Azhar yang diterima Republika.co.id, Selasa (10/10). 



Pada Sabtu (9/10), dilakukan penyaluran bantuan berupa logistik pangan kepada 1.500 pengungsi. Paket yang diberikan berisi beras, garam, kentang, bawang, minyak, dan cabe. Kebutuhan pangan pengungsi cukup tinggi, setelah perjalanan panjang yang mereka lalui selama berhari-hari.

 

Pembagian dilakukan di Kamp Balukhali, Cox's Bazar, Bangladesh. Ini adalah kamp penampungan pengungsi yang baru beberapa pekan mengungsi ke Bangladesh.

 

 

LAZ Al-Azhar menjadi anggota Forum Zakat (FOZ), juga bagian dari AKIM/IHA. Menggandeng mitra lokal HELP Cox's Bazar, LAZ Al Azhar dan FOZ yang tergabung dalam IHA menyalurkan bantuan ke titik pengungsian di Kamp Balukhali yang merupakan terbesar kedua, setelah Kutupalong.



Siran pers itu juga menyebutkan, ke depan, setelah logistik diurusi oleh Badan PBB untuk Pengungsi, baik UNHCR maupun IOM, bantuan Indonesia akan diarahkan ke hunian sementara, sanitasi, toilet dan kebutuhan lainnya.