MOMEN HARI PAHLAWAN, PLN DAN AL AZHAR RESMIKAN RGI ACEH


Monday, 13 November 2017 07:00

Aceh - Sebuah hari yang bersejarah telah tertoreh bagi generasi muda Aceh. Tepat pada peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada hari Jumat 10 November 2017 kampus pendidikan dan pelatihan generasi muda kreatif produktif bernama Rumah Gemilang Indonesia (RGI) Aceh telah diresmikan oleh PT. PLN (Persero) di Gampong, Neuhen, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh, Besar.

 

Peresmian itu dilakukan langsung oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto. Disaksikan General Manager (GM) PLN Aceh, Jefri Rosiadi dan staf ahli Gubernur Aceh bidang perekenomian keuangan dan pembangunan, T. Syakur dan Ketua YPI Al Azhar Bidang Dakwah dan Sosial Bapak H. Sobirin serta Direktur Eksekutif LAZ Al Azhar Bapak Sigit Iko Sugondo.

 


Dalam kesempatan itu, Wiluyo menyampaikan bahwa tugas PLN selaku BUMN bukan hanya menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan dan memberikan pelayanan. Namun, harus ikut serta dalam peningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat.

 

Salah satunya adalah dengan mendirikan RGI, dengan hadirnya pusat pemberdayaan pemuda produktif tersebut, maka diharapkan dapat meningkatkan keterampilan generasi muda. Disebutkan, RGI dibangun di lahan seluas kurang lebih 6.800 meter persegi, berlokasi di Desa Neuhen, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.

 

“Bangunan RGI yang megah dua lantai ini akan berfungsi sebagai pusat pemberdayaan dan pelatihan bagi pemuda dan pemudi Indonesia, sebagai bagian dari program Lazis PLN dan LAZ Al Azhar. Untuk sementara waktu, ada beberapa kelas keterampilan yang akan diberikan di RGI, seperti tata busana, teknik komputer dan jaringan, teknik otomotif dan kelistrikan”, tutur Wiluyo.

 

 

Dalam pelaksanaanya, RGI mengadopsi platform pesantren, tetapi fokus pada penyelengaraan pendidikan non formal dalam kemasan kursus singkat. Perpaduan tersebut, bertujuan agar peserta pelatihan tidak hanya menyerap pengetahuan dan keterampilan unggul yang menjadi pondasi depan mereka, tapi juga memiliki pengetahuan dan dasar akidah yang baik.

 

Ketua YPI Al Azhar Bidang Dakwah dan Sosial Bapak H. Sobirin mengatakan, RGI diharapkan juga menjadi solusi strategis terhadap tingginya angka penggguran di Aceh yang pada tahun 2017 mencapai 175 ribu orang. Tingginya angka penganguran dikhawatirkan akan menciptakan kondisi sosial yang negatif dan daya beli rendah. Dengan program RGI yang strategis dan tepat guna, diharapkan dapat menciptakan lebih banyak generasi muda Aceh yang bertranformasi menjadi generasi muda yang lebih bertaqwa, kreatif, produktif, terampil dan dapat menjadi tulang punggung keluarga.

 

Program reguler pelatihan RGI menyasar usia produktif antara 17 – 30 tahun, berasal dari keluarga kurang mampu, dengan masa pendidikan dan pelatihan selama enam bulan. RGI yang telah menjadi trendsetter pemberdayaan pemuda produktif yang berpusat di Sawangan Depok telah mengentaskan 1.700 pemuda/i dari pengangguran. Untuk mengcover wilayah Indonesia bagian Timur RGI juga telah hadir di Surabaya dan akan segera hadir di wilayah lain seperti Lampung, Semarang dan Demak.