LAZ Al Azhar bantu Maniskan Melon Petani.


Tuesday, 23 June 2020 11:00

Saat ini, musim yang sulit bagi petani padi, disamping curah hujan yang sudah sedikit, ditambah serangan hama tikus dan burung menambah kekhawatiran petani. Sehingga petani mengganti komoditas lain seperti melon.

 

 

Tantiyo dan Desi merupakan salah satu petani melon di dusun Plumbon Kidul, Puloharjo, Eromoko. Keduanya sudah sekitar 7 tahun menanam melon sebagai alternatif ketidakpastian dari komoditas padi. Dari 5000 M2, Tantiyo biasanya mendapat hasil panen sekitar 7-10 ton melon, dengan kurun waktu tanam 65 hari setelah tanam.


.
Tantiyo dan Desi sepakat untuk mengadukan pembiayaan RPP kepada pengurus dengan Akad Murabahah. dimana pengurus menyediakan Bibit melon beserta pupuk untuk menstimulus usaha pertanian melon miliknya.


.
Melalui RPP, petani melon lebih diuntungkan daripada mengajukan pembiayaan terhadap bakul/tengkulak karena jika di tengkulak, harga jual ditentukan hasil panen sudah ditentukan terlebih dahulu, sehingga petani tidak leluasa menjual sesuai harga pasar. Tentu melalui pembiayaan ini dapat menambah manisnya rasa melon karena petani merasa terbantu dalam usahanya.