Peresmian SMP Islam Al Azhar 62 Surabaya Barat, Wujud Komitmen Meningkatkan Pendidikan Islam yang Modern, Berkualitas dan Berkarakter

Surabaya, 31 Juli 2025 — Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperluas akses pendidikan Islam berkualitas dengan meresmikan Gedung SMP Islam Al Azhar 62 Surabaya Barat.

“Acara peresmian yang digelar di kawasan Jl. Made No. 235 ini menjadi bagian dari penguatan layanan pendidikan terpadu mulai dari TK hingga SMP dalam satu kawasan pendidikan Islami di wilayah Surabaya Barat, “ jelas Niken Rooshany Humas Al Azhar YPIA Jatim

Kegiatan peresmian dihadiri oleh  pengurus YPI Al Azhar dan jajarannya, perwakilan diknas  serta orangtua murid. Gedung SMPIA 62 dibangun di atas lahan seluas 6.400 m² dan terdiri dari empat lantai, dengan fasilitas yang disiapkan untuk mendukung sistem pendidikan Islam yang terintegrasi.

Hanifah Yunita  SPd Kepala Sekolah SMPIA 62 menyampaikan kurikulum yang diterapkan menggabungkan ilmu pengetahuan umum, ilmu agama, serta penguatan karakter dan bahasa asing, menjadikan sekolah ini sebagai pilihan strategis bagi orang tua yang menginginkan pendidikan Islam berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ketua Umum YPI Al Azhar, Dr. Fuad Bawazier, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan ini adalah respons nyata terhadap pertumbuhan penduduk dan tuntutan masyarakat akan pendidikan yang tidak hanya mengedepankan kecerdasan akademik, tetapi juga akhlak, adab, dan keimanan.

“Kita ingin menjadikan Al Azhar sebagai lembaga pendidikan yang bagus dan modern, tapi juga tetap menjaga serta meningkatkan akhlak dan adab para siswa. Pendidikan ini bukan hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat. Oleh karena itu, kualitas dan kuantitas pendidikan akan terus kami tingkatkan sesuai tuntunan Islam. Dan tentu saja, kita tidak boleh melakukan pelanggaran hukum atau aturan pendidikan, sehingga kerja sama dengan pemerintah daerah dan dinas pendidikan menjadi kewajiban,” ujar Dr. Fuad Bawazier.

Dalam acara tersebut, turut hadir jajaran pejabat pendidikan Kota Surabaya. Salah satunya adalah Ratih Nuksmengtyas, ST, MAP, Sekretaris Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya, yang mengapresiasi kerja sama antara Al Azhar dan pihak pemerintah.

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan peresmian pembangunan sekolah SMPI Alazhar 62. Kami dari Dinas Pendidikan sangat mendukung kerja sama ini dan berharap kolaborasi yang baik terus terjalin antara Al Azhar dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Semoga Al Azhar selalu sukses, dan kami menanti prestasi-prestasi berikutnya,” kata Ratih.

Antusiasme Masyarakat terhadap Sekolah Islam Terus Meningkat

Peningkatan jumlah pendaftaran di sekolah-sekolah Islam termasuk Al Azhar di berbagai kota menjadi bukti bahwa masyarakat semakin peduli pada pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter. Kekhawatiran akan tantangan moral generasi muda di era modern menjadi alasan utama orang tua memilih pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.

“Kami melihat bahwa masyarakat tidak lagi hanya mencari sekolah yang pintar dalam sains atau teknologi, tapi mereka juga menginginkan tempat yang bisa membentuk karakter, memperbaiki adab, dan memperkuat akidah anak-anak mereka. Inilah yang kami hadirkan di Al Azhar,” jelas Dr. Fuad.

Peresmian Simbol Resmi Dimulainya Operasional SMPIA 62

Prosesi peresmian berlangsung dengan beberapa agenda simbolis, yaitu penekanan sirine oleh Ketua Umum YPI Al Azhar dan perwakilan Dinas Pendidikan, penandatanganan prasasti, serta pengguntingan pita di lobi utama gedung.

Gedung ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam dan mencetak generasi yang mandiri, kreatif, bertanggung jawab, dan unggul secara akademik maupun spiritual.

“Dengan hadirnya SMPIA 62 ini, kami berharap Al Azhar Jawa Timur bisa semakin mengokohkan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga membumi dan mampu menjawab tantangan zaman. Ini adalah ikhtiar kami untuk mencetak generasi robbani,” tutup Dr. Fuad Bawazier.