Wisuda PMA : Al Azhar Terjunkan 99 Muballigh di Wilayah Jabodetabek

PMA atau Pendidikan Muballigh Al Azhar merupakan satu dari banyak layanan dakwah keumatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Pesantren Islam Al Azhar. Sejak diawali 45 tahun yang lalu di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran Baru, kini PMA juga telah hadir di Masjid Raya Al Azhar Jakarta Timur, Masjid Raya Al Azhar Bintaro, dan Masjid Raya Al Azhar Jababeka Cikarang. Karena telah berjalan di empat Masjid Al Azhar, pada Selasa 19 Agustus 2025 yang lalu Direktorat Dakwah dan Sosial menyelenggarakan Wisuda Bersama Pendidikan Muballigh Al Azhar Tahun Perkuliahan 2024-2025 dengan tema “Mengawal Perubahan dengan Dakwah Rahmatan Lil ‘Alamin”.

Wisuda Bersama PMA Tahun Perkuliahan 2024-2025 yang dilaksanakan di Aula Buya Hamka Masjid Agung Al Azhar ini diikuti oleh 99 wisudawan yang berasal dari 23 wisudawan PMA Masjid Agung Al Azhar, 39 wisudawan PMA Masjid Raya Al Azhar Jakarta Timur, 19 wisudawan PMA Masjid Raya Al Azhar Bintaro dan 18 wisudawan PMA Masjid Raya Al Azhar Jababeka Cikarang. Para wisudawan ini kemudian dikukuhkan menjadi Muballigh Al Azhar dan siap diterjunkan untuk membina umat, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Dalam momentum wisuda ini hadir Ketua YPI Al Azhar Bidang Dakwah dan Sosial, Dr. KH. Zahrudin Sultoni, M.A. yang sekaligus memberikan ceramah umum yang bersifat pembekalan kepada para Muballigh Al Azhar sebelum terjun ke Masyarakat. Zahrudin berpesan agar para Muballigh Al Azhar selalu siap berkorban dalam jalan dakwah. Karena jalan dakwah bukanlah jalan yang ringan, melainkan jalan yang membutuhkan keteladanan dan pengorbanan agar dakwah bisa benar-benar diterima di hati masyarakat. Selain itu, Kepala Direktorat Dakwah dan Sosial, Drs. H. Ali Mashar, M.Pd. dalam sambutannya juga menyampaikan agar para Muballigh Al Azhar senantiasa menjaga nilai-nilai dakwah Al Azhar di dalam berdakwah, yakni dakwah yang rahmatan lil alamin, moderat, mencerahkan, dan mempersatukan.

Para peserta PMA yang mengikuti wisuda tersebut telah mengikuti perkuliahan selama satu tahun dan telah menyelesaikan ujian tulis serta ujian praktek pada akhir perkuliahan. Berdasarkan data yang disampaikan oleh masing-masing kepala kantor Masjid Agung dan Masjid Raya Al Azhar, bahwa 100% peserta yang mengikuti ujian dinyatakan lulus. Selama perkuliahan, peserta mendapatkan ilmu-ilmu yang tidak hanya bersifat teori, namun juga praktek. Salah satu mata kuliah yang mereka pelajari adalah retorika dakwah. Para muballigh penting untuk memiliki keahlian menyampaikan ceramah yang bisa diterima oleh masyarakat atau jamaah. Selain itu, mereka juga mempelajari mengenai tafsir Al Qur’an, aqidah-akhlak, sejarah dakwah islam, ulumul qur’an-mushtalah hadits, fiqh dan perbandingan madzhab fiqh, ekonomi syariah dan mata kuliah lainnya yang menjadi bekal para muballigh berdakwah di tengah-tengah Masyarakat.