Islamic Sharing Discussion, Angelina Sondakh: Kembalilah kepada Al Qur’an

Angelina Sondakh kini telah menjadi inspirator bagi banyak orang. Wanita yang lahir dari keluarga dua agama ini mengisahkan masa kecilnya yang menjalani Jumat mengaji, dan Minggu ke gereja. Kegiatan itu dibiarkan berlangsung oleh kedua orang tuanya. Angelina Sondakh yang  empat bersaudara ini baru menentukan pilihan agamanya saat usia SMP. Angelina  Sondakh sendiri dari TK sampai SMP Katolik, SMA Protestan. Sedang Ayah protestan, dan Ibu muslimah.

“Kata Ayah, kamu harus punya tuhan dan panduan untuk hidup,” kenang Angelina. “Aku justru menyatakan masuk Islam saat malam natal. Pada malam natal tahun 2008, aku minta ijin di malam natal itu untuk menjalani hidup ini dengan Islam,” lanjut Angelina Sondakh mengisahkan awal masuk menjadi seorang muslimah.

Perjalanan hijrah Angelina Sondakh memberikan inspirasi bagi umat muslim Indonesia untuk tidak cukup berbekal menjadi seorang muslim tetapi juga harus mukmin. Sebelum menikah sampai beberapa saat setelah menikah Angelina Sondakh mengaku sudah muslim, tetapi belum mukmin.

“Justru, dengan berbagai peristiwa meninggalnya suami saat anakku baru usia 1,5 tahun. Dan tak cukup dengan itu,” kata Angelina Sondakh. “Saat anakku berusia 2 tahun aku masuk penjara, sudah kehilangan suami, kehilangan kepercayaan masyarakat, lalu …,” Angelina menarik napas panjang.

“Aku harus kehilangan kesempatan mengasuh anakku,” sampai di sini artis yang akrab disapa Angie ini tidak tahan meneteskan air mata. Demikian juga para hadirin yang hadir di Aula Buya Hamka, Senin, 25 Agustus 2025, dalam acara Islamic Sharing Discussion. Acara ini hasil kerja sama Forkom Jamiyyah Kampus Al Azhar kebyoran Baru, Direktorat Dakwah dan Sosial, dan Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dengan tema, “Aku Hijrah, Aku Kuat, dan Aku Bangkit”.  Panitia mengundang figur yang sangat dikenal masyarakat luas dan mengalami sendiri pengalaman hidup yang sangat relevan dengan tema yang diangkat, yaitu Angelina Sondakh. Kupasan materi menjadi semakin mendalam oleh karena dipandu moderator Merry Putrian yang sama-sama dari Manado dan muallaf.

Di akhir, Angie berbagi metode Allah agar kita tetap menjadi mukmin, yaitu kembalilah kepada Al Quran. Semakin tua usia kita satu per satu orang  akan pergi meninggalkan kita. Sakit kita, sedih kita. Maka semakin kita dilupakan, maka kembalilah kepada Al Qur’an, karena Al Quran yang selalu menanti kehadiranmu.