Bekasi, 2025. Ini sungguh prestasi yang keren! Di tengah memburuknya ekosistem bumi kita, sekelompok peneliti belia berikan inspirasi kelas dunia. Siapakah mereka? Mereka adalah Lima Murid SMA Islam Al Azhar 8 Bekasi yang telah harumkan nama Indonesia di Ajang International Young Inventors Award (IYIA) 2025.
Kegiatan IYIA 2025 berlangsung pada tanggal 11–14 September 2025 di SMESCO Exhibition Hall, Jakarta. Di tengah ratusan peserta dari berbagai negara, tim siswi SMA Islam Al Azhar 8 Summarecon Bekasi berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai inovator muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga visioner. Kemenangan tim ini menjadi bukti nyata bahwa usia muda bukan penghalang untuk menghasilkan karya besar. Enam siswi kelas XII tersebut berhasil meraih medali emas berkat inovasi bertajuk GROWNEX – Grow For Next Generation. Dengan mengolah limbah sederhana menjadi pupuk organik yang kaya nutrisi. Mereka tidak hanya menawarkan produk pertanian, tetapi juga sebuah solusi bagi isu lingkungan dan krisis pangan yang tengah dihadapi dunia.
GROWNEX adalah pupuk organik majemuk yang diformulasikan dari berbagai limbah alami, di antaranya daun lamtoro, kulit pisang, kulit kacang tanah, kulit telur, dan abu sekam padi. Bahan-bahan tersebut dipadukan dengan rasio 8:4:3:2:3, sehingga menghasilkan pupuk yang seimbang dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman.
Tidak hanya unggul dari sisi nutrisi, GROWNEX juga dikemas menggunakan bioplastik yang ramah lingkungan. Kemasan ini menjadi salah satu terobosan penting, karena mampu menjaga kualitas pupuk namun tetap terurai secara alami, sehingga tidak menambah beban sampah plastik di bumi. Lebih dari sekadar produk, GROWNEX adalah gerakan. Gerakan untuk mengurangi limbah, memberdayakan masyarakat, dan menanamkan kesadaran bahwa inovasi besar bisa lahir dari hal-hal sederhana di sekitar kita.
Siapa di balik kesuksesan GROWNEX? Meraka adalah enam siswi SMA Islam Al Azhar 8 Summarecon Bekasi yang menjadi motor penggerak inovasi. Mereka adalah Hafidza Salma Bilhaqqi Putri Wahyudi, Kalila Alfreya Ryanidha, Keysha Nur Azzara, Madina Rose, Deaneira Nursyifa Gilberd, dan Khanza Tabina Banafsaj. Keenam siswi ini membuktikan bahwa kerja sama tim, rasa ingin tahu, serta kepedulian terhadap lingkungan bisa melahirkan inovasi yang mendapat pengakuan internasional.
Perjalanan mereka bukan hanya tentang menciptakan pupuk, tetapi juga membangun semangat generasi muda untuk peduli terhadap masa depan bumi.
“Kami sadar bahwa masalah sekitar bukan hanya untuk dibiarkan, tapi bisa jadi peluang,” katanya. Dari situlah lahir semangat mencari solusi sederhana dan berkelanjutan. Untuk itu jangan remehkan ide kecil karena dari situlah lahir inovasi besar,” kata mereka. “Berani mencoba, jangan takut gagal. Awalnya hanya tiga bahan: daun lamtoro, cangkang telur, dan abu sekam. Lalu kami terus kembangkan hingga jadi produk GROWNEX. Dengan riset, formulasi, dan uji coba berulang, GROWNEX lahir dari ide sederhana yang akhirnya berdampak nyata. Menemukan formulasi yang tepat dan ramah lingkungan, sekaligus membuat kemasan bioplastik yang kuat namun terurai,” lanjut mereka.
Lebih lanjut mereka menjelaskan bahwa dari perhitungan kandungan limbah hingga uji coba berulang, akhirnya lahir pupuk yang compact & eco-friendly dan dipastikan GROWNEX praktis, aman, dan sesuai gaya hidup masyarakat kota. Keberhasilan GROWNEX tidak hanya berhenti pada penghargaan. Inovasi ini membuka jalan bagi generasi muda lain untuk berani bermimpi dan bertindak. Bahwa ide kecil, jika dikerjakan dengan tekun dan kolaborasi, bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
GROWNEX menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan teknologi canggih atau modal besar. Kadang, yang dibutuhkan hanyalah kepekaan terhadap masalah di sekitar, keberanian untuk mencoba, dan semangat untuk memberi manfaat bagi orang lain.
Artikel ini menjadi bukti bahwa dari ruang kelas, laboratorium sederhana, dan kepedulian pada lingkungan, lahir karya besar yang bisa menginspirasi dunia. Semoga kisah ini menjadi cambuk semangat bagi pelajar Indonesia lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengukir prestasi.




