102 Mubaligh Baru Al Azhar Siap Menebar Dakwah Wasathiyah

Wisuda Pendidikan Mubaligh Al-Azhar 2026 menjadi momentum kebangkitan PMA sekaligus meneruskan warisan dakwah Buya HAMKA yang telah dirintis sejak 1977.

Langkah mereka memasuki Aula Buya Hamka pagi itu bukan sekadar prosesi menuju sebuah wisuda. Ada amanah yang kini menanti di tengah masyarakat: menyampaikan Islam dengan ilmu, keteladanan, adab, dan wajah dakwah yang menyejukkan.

Rabu, 19 Agustus 2026, Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi saksi lahirnya 102 mubaligh dan mubalighah baru dalam Wisuda Pendidikan Mubaligh Al-Azhar (PMA) Tahun Pendidikan 2025/2026.

Suasana khidmat terasa sejak kirab wisudawan dan wisudawati memasuki ruang acara. Didampingi Kepala Kantor Masjid dari masing-masing kelas pendidikan, mereka melangkah menuju penghujung perjalanan belajar selama satu tahun—sekaligus menuju awal perjalanan pengabdian yang sesungguhnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua YPI Al Azhar Bidang Dakwah dan Sosial, Dr. KH. Zahruddin Sulthani, M.A., jajaran Pejabat Eselon I YPI Al Azhar, Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar, Kepala Kantor Masjid Raya Jakarta Timur, Kepala Kantor Masjid Raya Bintaro, serta Kepala Kantor Masjid Raya Cikarang.

Turut hadir Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Wakil Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI), para kepala sekolah di lingkungan Al Azhar, serta tamu undangan.

 

102 Lulusan, Sebuah Catatan Bersejarah

Kepala Direktorat Dakwah dan Sosial YPI Al Azhar, Drs. H. Ali Mashar, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 102 peserta berhasil menuntaskan rangkaian Pendidikan Mubaligh Al-Azhar. Mereka berasal dari empat lokasi pendidikan, yakni 24 orang dari Masjid Agung Al-Azhar, 37 orang dari Masjid Raya Jakarta Timur (Sentra Primer), 25 orang dari Masjid Raya Bintaro, dan 16 orang dari Masjid Raya Cikarang.