Jakarta, 10 Oktober 2026 – Sebanyak 1.380 murid kelompok B dari TK Islam Al Azhar se-Jabodetabek, Karawang, Cianjur, dan Cilegon, serta TK Islam Al Fauzien dan Baiturrahim mengikuti kegiatan Peragaan Manasik Haji di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta. Mengusung tema “Manasik Haji Ceria”, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi anak-anak untuk mengenal tahapan ibadah haji sejak usia dini melalui praktik secara langsung. Meskipun cuaca cukup terik, anak-anak tetap antusias mengikuti setiap rangkaian manasik haji. Tidak hanya mengenal urutan ibadah, mereka juga belajar tentang kesabaran, kedisiplinan, kebersamaan, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Manasik Haji TK Islam Al Azhar ke-43 Berlangsung Meriah
Melalui tema “Manasik Haji Ceria”, anak-anak diajak menjalani rangkaian peragaan ibadah haji dengan suasana yang menyenangkan tanpa mengurangi kekhidmatan kegiatan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu murid memahami tahapan ibadah haji melalui kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Pembukaan sekaligus sambutan disampaikan oleh Drs. Nuri Muhammadi, M.Pd., selaku Ketua YPI Al Azhar yang membidangi Pendidikan Dasar dan Menengah. Beliau mengapresiasi para pengurus dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan manasik haji hingga memasuki pelaksanaan ke-43.
Sebagai bagian dari prosesi pembukaan, acara ditandai dengan penerbangan balon ke udara. Momen ini disambut dengan wajah sumringah dan sorak kegembiraan dari anak-anak yang menyaksikan balon-balon terbang menghiasi langit. Suasana tersebut menjadi pembuka yang menyenangkan sebelum seluruh peserta memulai rangkaian peragaan manasik haji. Prosesi manasik haji dipimpin oleh Amirul Hajj, H. Ahmad Faisal Lubis, selaku Kasie Keagamaan TK/SD Islam Al Azhar. Prosesi ini ditandai dengan pembacaan niat haji dan pengibaran bendera Al Azhar. Dalam perjalanan menuju Arafah, para peserta melantunkan talbiah dengan penuh semangat.
Kebersamaan para peserta dari berbagai wilayah menjadi salah satu hal yang memperkuat makna kegiatan ini. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar bersama dalam suasana yang penuh kegembiraan, sekaligus mengenal praktik ibadah haji melalui pengalaman langsung.
Wukuf di Arafah
Rangkaian dimulai dengan peragaan wukuf di Arafah. Anak-anak berkumpul di area tenda-tenda putih yang tertata rapi di lapangan. Pada tahap ini, murid diperkenalkan dengan makna wukuf sebagai salah satu rukun haji yang penting. Pada prosesi di Arafah, anak-anak diperkenalkan dengan wukuf, dilanjutkan dengan peragaan salat jamak qasar. Tiga murid turut menjalankan tugas dalam prosesi tersebut, yaitu Arrayan Hanan Sitorus dari TKIA 13 Rawamangun sebagai petugas Adzan, Ibrahim Hanenda Putra Kurnia dari TKIA 17 Bintaro sebagai petugas Khutbah, dan Fattah Rezky Pandya Legowo dari TKIA 19 Pamulang sebagai Imam.
Mengambil Batu di Muzdalifah, anak-anak menuju area Muzdalifah untuk mengambil tujuh buah batu yang akan digunakan dalam peragaan melontar jumrah. Melalui kegiatan ini, murid mulai mengenal tahapan ibadah haji berikutnya sekaligus belajar mengikuti instruksi dengan tertib.
Melontar Jumrah di Mina, perjalanan dilanjutkan menuju Mina untuk memperagakan kegiatan melontar jumrah di tiga tugu, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah. Dengan pendampingan guru, anak-anak mengikuti tahapan ini sambil diperkenalkan pada makna ketaatan dan keteguhan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Tawaf, Salat, dan Minum Air Zamzam, peserta melaksanakan peragaan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah. Rangkaian dilanjutkan dengan peragaan salat dua rakaat di Maqam Ibrahim dan minum air zamzam. Melalui tahapan tersebut, anak-anak memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai rangkaian ibadah haji yang selama ini mungkin hanya mereka dengar dari cerita guru atau orang tua.
Sa’i dan Tahalul, pada tahapan berikutnya, anak-anak memperagakan sa’i, yaitu berjalan dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwah. Rangkaian manasik kemudian ditutup dengan tahalul.
Seluruh tahapan dilaksanakan dengan penuh semangat. Keceriaan anak-anak tetap terlihat meskipun mereka harus mengikuti kegiatan di bawah cuaca yang cukup terik.
Melalui praktik langsung ini, anak-anak memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai tahapan ibadah haji. Mereka juga belajar mengikuti arahan, menunggu giliran, menjaga kebersamaan, serta menyelesaikan setiap rangkaian dengan tertib.
Manasik haji bukan sekadar kegiatan pengenalan ibadah, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter Islami. Anak-anak diajak menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah, mengenal rukun Islam kelima, serta memahami nilai ketaatan kepada Allah SWT. Kegiatan ini turut melatih kesabaran, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama. Kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Siti Hajar juga menjadi inspirasi tentang ketaatan, pengorbanan, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Bersama Al Azhar, mari dampingi perjalanan pendidikan buah hati agar tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, berbekal ilmu, iman, dan akhlak mulia.
Stay Connected With Us:
Instagram: https://www.instagram.com/ypi_alazhar/
Website: https://www.al-azhar.or.id/
Address: Jl. Sisingamangaraja, RT.2/RW.1, Selong, Kebayoran Baru District, South Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta 12110, Indonesia.







