Anugerah Talenta Unggul Habibi Prize 2025

JAKARTA, 2025. Senin, 10 November 2025. Bertempat di Auditorium Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. menerima penganugerahan talenta unggul Habibie Prize 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bertempat di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo Badan Riset Dan Inovasi Nasional – MH. Thamrin Jakarta.

Habibie Prize Tahun 2025 dianugerahkan kepada lima ilmuwan nasional dari lima bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. Penganugerahan Unggul Habibie Prize diselenggarakan pertama kali pada tahun 1999. Hingga tahun 2024 sudah 85 insan terbaik Indonesia telah menjadi penerima penganugerahan Habibie Prize ini.

Prof. Jimly Asshiddiqie, S.H. tokoh nasional yang juga Ketua Pembina YPI Al Azhar menerima penghargaan untuk bidang Ilmu Sosial, Ekonomi, Politik, dan Hukum atas kontribusinya dalam pengembangan sistem hukum dan kelembagaan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Nama penghargaan ini diambil dari sosok Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden Republik Indonesia ke-3 sekaligus Menteri Riset dan Teknologi periode 1979–1998. Habibie dikenal luas sebagai tokoh visioner yang menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai motor pembangunan nasional.

“Saya berharap Habibie Prize menjadi simbol penghargaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan bangsa Indonesia,” ungkap Prof. Jimly.

Lebih lanjut, Prof. Jimly mengatakan bahwa hukum memang harus ditata terus menerus, namun etika harus pula dibangun. Penataan hukum dan etika harus dilakukan secara bersamaan. Pemisahan hukum dan etika ini akibat atau karena pemisahan politik dari agama.

“Inilah saatnya kita bangun dan gelorakan kesadaran baru dalam bernegara. Di beberapa negara telah tumbuh semangat membangun hukum bersamaan den etika, termasuk di Indonesia harus demikian.”