Direktorat Pendidikan Tinggi Pendidikan dan Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan (DDPP) YPI Al Azhar menyelenggarakan Sertifikasi Calon Pimpinan Sekolah Islam Al Azhar. Sertifikasi Calon Pimpinan Sekolah adalah prasyarat bagi guru yang akan mengemban tugas sebagai pimpinan sekolah Al Azhar. Orientasi kegiatannya diarahkan pada membentuk sikap dan mental guru agar benar-benar siap menjadi Pimpinan Sekolah di lingkungan YPI Al Azhar.
Kepala Sekolah berperan penting dalam memajukan sekolah. Kepala Sekolah harus memiliki kemampuan membimbing, menjadi contoh, dan menggerakkan para pendidik dan tenaga kependidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah dirumuskan. Oleh karena itu tujuan khusus diklat ini adalah (1) memperkuat akidah, ibadah, dan muamalah dengan adab dan akhlak yang mulia.
(2) memberikan pengalaman problem solving dan public speaking, serta (3) mengembangkan potensi kepemimpinan.
Diklat sertifikasi ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari guru TK, SD, SMP, dan SMA Islam Al Azhar, serta pimpinan sekolah Al Azhar dari Yayasan Kerjasama. Diklat dilaksanakan pada 4-8 November 2025 di Pusbangkom Kemenag RI Jakarta dengan menghadirkan beberapa nasrasumber. Narasumber berasal dari internal dan eksternal YPI Al Azhar, yaitu Pengurus YPI Al Azhar, Widyaiswara Utama YPI Al Azhar, Widyaprada Utama BPMP Provinsi DKI Jakarta, Praktisi Pendidikan dari Instansi terkait, serta Pengawas dan Kepala Sekolah Islam Al Azhar.
Diklat dibuka pada Selasa, 4 November 2025 secara resmi oleh Ketua yang Membidangi Dikti, Diklat, dan Pengembangan Pendidikan YPI Al Azhar, Prof. Dr. Suparji, MH.
Kepada peserta Prof. Suparji berpesan agar calon pemimpin ini dapat menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati, semangat yang tinggi, serta memiliki visi dan misi yang jelas untuk menjadikan sekolah Islam Al Azhar menjadi sekolah terdepan di Indonesia.
“Sebagai pemimpin harus bisa Among, Momong, dan Ngemong (dalam bahasa Jawa). Among itu artinya bagaimana membimbing, Momong itu adalah mengasuh, dan Ngemong itu adalah mendampingi. Jadi seorang pemimpin harus memiliki pemahaman dan penghayatan yang baik bagaimana bisa membimbing, mendampingi dan sekaligus mengasuh.” tegas Prof. Suparji.








