Diskusi Terbuka Prof. Jimly dengan Wisudawan Terbaik UAI

Ketua Pembina YPI Al Azhar, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie melaksanakan diskusi terbuka dengan enam wisudawan terbaik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) pada Jumat, 24 April 2026. Diskusi yang bertempat di ruang pengurus YPI Al Azhar tersebut juga dihadiri oleh beberapa petinggi di lingkungan YPI Al Azhar yaitu Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo hingga Pengawas YPI Al Azhar Dr. Ir. Ahmad Lubis dan Dr. Shobahussurur.

Diskusi yang dimulai pada pukul sepuluh pagi ini menghadirkan enam wisudawan terbaik UAI yang berasal dari lima fakultas berbeda, yaitu: Faathir Alfath (Fakultas Sains dan Teknologi), Amirah Luthfiyyah (Fakultas Hukum), Ilma Hayati Nurul (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya), Maulida Azzahra (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Raysie Handiyani (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), dan Sri Agustina (Magister Fakultas Hukum).

Diskusi Terbuka dan Santai Bersama Prof. Jimly Tentang Penelitian dari Wisudawan

Diskusi berjalan dengan terbuka dan santai namun tetap terarah. Prof. Jimly sebagai orang tua sekaligus pembina YPI Al Azhar bertanya mengenai penelitian yang dilakukan oleh para wisudawan terbaik. Baik itu latar belakang maupun kasus-kasus yang mereka temukan di lapangan.

Tak lupa, Prof. Jimly juga memberikan masukkan-masukkan baru dari segi keilmuan maupun pengalaman.

Beliau juga berpesan kepada para wisudawan terbaik untuk tetap keep on track. “Lanjutkan pendidikan yang S1 ke S2 dan yang S2 ke S3. Pilihlah karir atau pekerjaan yang terbaik sesuai dengan jalur kalian, dan jangan lupa untuk terus menggali ilmu” ucap Prof. Jimly.

Diskusi berlangsung menarik dengan Prof. Jimly yang bergantian bertanya ke masing-masing wisudawan. Prof. Jimly yang saat itu sedang kurang fit terlihat bersemangat dan antusias untuk bertemu dengan para wisudawan terbaik UAI.

Topik diskusi siang itu sangat beragam, sesuai dengan topik penelitian yang diangkat oleh para wisudawan. Mulai dari hukum dan konstitusi, ketenagakerjaan, ekonomi, MUI dan halal-haram, bahasa dan kebudayaan Jepang, Tiktok dan tantangan digitalisasi, marketing di ekonomi digital, keberpihakan perempuan dalam partai politik, hingga caleg perempuan dalam pemilu.

Prof. Jimly dengan segudang pengalamannya di bidang akademisi maupun praktisi, dengan saksama mendengarkan isi penelitian para wisudawan. Sementara itu, bagi para wisudawan bisa berdiskusi langsung dengan tokoh besar seperti Prof. Jimly adalah kesempatan yang langka.

Semoga Al Azhar akan semakin banyak melahirkan akademisi dan praktisi yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.