Gedung IBDP Resmi Digunakan, Teguhkan Komitmen Al Azhar Majukan Pendidikan Berstandar Dunia

Peresmian gedung sembilan lantai di Kampus Kebayoran Baru menandai langkah YPI Al Azhar memperkuat pendidikan internasional yang tetap berpijak pada iman dan adab.

Tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar meresmikan penggunaan gedung International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP), Senin, 17 Agustus 2026. Momentum kebangsaan tersebut menjadi penanda babak baru dalam ikhtiar Al Azhar menghadirkan pendidikan berstandar internasional yang tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman.

Peresmian dilaksanakan di Kampus Al Azhar Kebayoran Baru setelah upacara bendera, mulai pukul 08.30 WIB. Acara dihadiri jajaran Pembina, Pengawas, dan Pengurus YPI Al Azhar, para pejabat eselon satu, kepala sekolah di lingkungan Kampus Kebayoran Baru, serta dewan guru. Kehadiran unsur pimpinan dan pendidik tersebut memperlihatkan dukungan bersama terhadap pengembangan program pendidikan internasional di lingkungan Al Azhar.

Dibangun untuk Menjawab Kebutuhan Pendidikan Global

Dalam laporannya, Kepala Sekretariat YPI Al Azhar H. Yayat Suyatna, M.M. menyampaikan bahwa pembangunan gedung IBDP setinggi sembilan lantai dimulai pada 1 September 2025. Setelah melalui proses pembangunan, gedung tersebut mulai digunakan pada 27 Juli 2026 dan kemudian diresmikan penggunaannya pada 17 Agustus 2026.

Program IBDP ditujukan bagi peserta didik berusia 16-19 tahun. Program ini dirancang sebagai persiapan akademik bagi remaja yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi internasional. Saat ini, IBDP masih berada di bawah naungan SMA Islam Al Azhar 3 Kebayoran Baru. Ke depan, program tersebut direncanakan berkembang dan berdiri sebagai sekolah tersendiri.

H. Yayat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan doa selama proses pembangunan. Rampungnya gedung tersebut merupakan hasil kerja bersama untuk menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung pelaksanaan IBDP.

Prasasti, Pita, dan Tumpeng sebagai Ungkapan Syukur

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Ketua Umum YPI Al Azhar, Dr. Fuad Bawazier. Sebagai ungkapan rasa syukur, perwakilan Jamiyyah turut melakukan pemotongan nasi tumpeng, disaksikan oleh jajaran Pembina, Pengawas, dan Pengurus YPI Al Azhar.

Dalam sambutannya, Dr. Fuad menempatkan kehadiran gedung baru itu sebagai bagian dari komitmen lembaga untuk terus memajukan pendidikan. Kesiapan fasilitas menjadi unsur penting agar pembelajaran dapat berlangsung sesuai standar program yang diterapkan.

Hadir di Tengah Tingginya Minat Masyarakat.

Dr. Fuad menilai kebutuhan masyarakat terhadap sekolah internasional terus meningkat. Menurutnya, Al Azhar perlu hadir menjawab kebutuhan tersebut melalui pendidikan internasional yang memiliki landasan keislaman yang tepat.

“Saat ini permintaan masyarakat terhadap sekolah internasional sangat tinggi, dan Al Azhar harus hadir memenuhi permintaan tersebut. Karena itulah gedung IBDP ini hadir, sekolah internasional dengan standar keislamannya yang tepat. Ini adalah komitmen kita terhadap masyarakat dan umat Muslim.”

Dr. Fuad Bawazier – Ketua Umum YPI Al Azhar

Pernyataan itu menegaskan posisi yang ingin dibangun YPI Al Azhar: keterbukaan terhadap standar pendidikan dunia tidak harus mengurangi jati diri pendidikan Islam. Sebaliknya, wawasan global dan nilai-nilai keislaman dapat berjalan berdampingan dalam membentuk generasi yang siap menghadapi perkembangan zaman.

Meninjau Ruang Belajar Baru

Seusai prosesi, jajaran Pembina, Pengawas, dan Pengurus YPI Al Azhar bersama para pejabat eselon satu serta dewan guru meninjau gedung IBDP. Rombongan melihat sejumlah bagian gedung, mulai dari lobi, lift, koridor, ruang kelas, hingga ruang guru.

Peninjauan tersebut memberi gambaran langsung mengenai kesiapan ruang dan fasilitas yang akan mendukung proses pendidikan. Gedung baru bukan hanya menambah sarana fisik, tetapi juga menjadi ruang bagi tumbuhnya budaya belajar yang terarah, modern, dan selaras dengan tuntutan pendidikan internasional.

Akademik, Teknologi, Iman, dan Adab

Bagi YPI Al Azhar, pendidikan tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik. Peserta didik perlu dibekali keimanan yang kokoh sekaligus kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Keduanya bukan dua hal yang bertentangan, melainkan unsur yang saling melengkapi dalam membentuk pribadi yang utuh.

Seluruh kompetensi tersebut juga harus berjalan beriringan dengan pembentukan adab. Kecerdasan yang tidak disertai akhlak tidak akan melahirkan keberkahan. Karena itu, pendidikan internasional di lingkungan Al Azhar ditempatkan sebagai sarana untuk memperluas kapasitas peserta didik tanpa melepaskan identitas dan tanggung jawab moralnya.

Semangat itulah yang hendak dihidupkan melalui implementasi IBDP. Pendidikan internasional bukan tujuan akhir, melainkan jalan untuk melahirkan generasi Muslim yang mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan peradaban dunia. Kehadiran gedung IBDP menjadi bukti bahwa pendidikan Islam dapat tumbuh seiring dengan standar pendidikan global: maju dalam ilmu pengetahuan, kukuh dalam keimanan, dan luhur dalam adab.