Dalam upaya mewujudkan sekolah yang bebas dari perundungan dan menumbuhkan karakter asertif di kalangan peserta didik, SMP Islam Al Azhar 1 Kebayoran Baru kembali menyelenggarakan Roots Day Angkatan ke-5, Selasa, 21 Oktober 2025, bertempat di Aula Buya Hamka, Kompleks Masjid Agung Al Azhar.
Kegiatan ini merupakan puncak dari Program Roots Indonesia, sebuah program nasional hasil kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan UNICEF, yang berfokus pada pembentukan Agen Perubahan (Change Agents) di sekolah. Melalui program ini, para siswa yang berpengaruh di lingkungan sekolah dibina agar menjadi teladan dan penggerak dalam menciptakan budaya pertemanan positif, saling menghargai, dan bebas dari perundungan.
Makna dan Tujuan Roots Day
Roots Day bukan sekadar celebrasi, tetapi menjadi deklarasi anti perundungan oleh para agen perubahan. Pada hari ini, mereka menyuarakan komitmen untuk:
- Melawan segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.
- Menjadi pribadi yang asertif, berani bersikap dengan santun saat melihat ketidakadilan.
- Menularkan semangat positif kepada teman-teman sebaya.
Sorotan utama acara adalah:
- Talk Show Inspiratif bersama Dr. Lucky Bayu Purnomo (Dosen UI, Ekonom, dan Praktisi Pendidikan) dan grup musik The Lantis, yang berbagi kisah perjuangan, karakter, dan pengalaman menghadapi bullying di dunia hiburan.
- Deklarasi Anti Perundungan oleh para Agen Perubahan, disertai pembacaan komitmen “Cari Kawan, Bukan Lawan”.
- Penampilan karya para agen perubahan, seperti puisi, marawis, tari nusantara, video perjalanan Roots, serta persembahan musik dari tim band sekolah.
Kegiatan ini ditutup dengan doa dan penampilan lagu kebersamaan sebagai simbol semangat untuk terus menebarkan kebaikan di lingkungan sekolah.
Pesan Moral dan Harapan
Melalui Roots Day Angkatan ke-5, SMP Islam Al Azhar 1 menegaskan komitmennya untuk membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak. Kepala sekolah, guru, dan seluruh civitas akademika berperan aktif mendukung para agen perubahan agar menjadi pelopor “Growth Culture” — budaya bertumbuh yang menggantikan “Fear Culture” di lingkungan pendidikan.
Dengan semangat “Cari Kawan, Bukan Lawan”, diharapkan para siswa dapat menjadi generasi yang berempati, berani menyuarakan kebenaran, dan membawa perubahan positif bagi sekolah, masyarakat, dan bangsa.










